Widjajanti Dharmowijono: Menembus Kabut Prasangka dan Stereotip terhadap Para Leluhur

Pernyataan sikap ini tidak dengan mudah diambil Inge, panggilan akrab Dr. Widjajanti Dharmowijono. Ia menempuh sebuah proses panjang menelusuri jejak leluhurnya yang memakan waktu bertahun-tahun. Penelusuran pribadi yang dijalani Inge ini mempunyai banyak kemiripan dengan latar belakang kisah fiksi sejarah Membongkar yang Terkubur karya Dewi Anggraeni. Karenanya, paparan berjudul “Melacak Kiprah dan Ulah Leluhur Menembus […]

Dewi Anggraeni Tuturkan Liku-liku Penulisan Novel “Membongkar yang Terkubur”

Karya sastra memberi keleluasaan lebih pada penulisnya untuk menyampaikan kritik sosial karena status cerita rekaan imajinatif yang disematkan padanya. Karya sastra juga bisa memasukkan rincian yang lebih menyentuh emosi pembaca ketimbang buku kajian nonfiksi, sehingga lebih punya daya untuk membangkitkan afeksi atau mendorong perubahan perilaku. Namun, sebetulnya seperti apa pergulatan batin dan proses yang dialami […]

Melancong ke Pecinan Semarang: Mengalami, Bukan Menonton

Catatan Pasca Jelajah Pecinan Semarang, Widya Mitra Heritage Walk -X Pariwisata Sudah Menjadi Kebutuhan Primer Pariwisata sudah menjadi kebutuhan primer; demikian temuan riset Visa Global Travel Inventions Study (GTIS) pada 2015. Terjadi peningkatan 33% wisata ke luar negeri yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dibanding tahun 2013. Selain itu muncul juga kecenderungan orang untuk bisa berlibur […]

Pelarangan Pork Festival, Upaya Jadikan Semarang Panggung Baru Intoleransi

Warga Ngobrol Bareng tentang Hak Asasi Manusia (Waroeng HAM) seri ke-5 digelar di Gedung LPUBTN, Kawasan Kota Lama Semarang pada Senin (27/2). Tema diskusi kali ini adalah “Pelarangan Pork Festival: Pengingkaran Kebhinekaan Indonesia”. Diskusi dimotori oleh EIN Institute dengan dukungan LBH APIK Semarang, PKBI Jawa Tengah, Rumah Pelangi, Bengkel Sastra Taman Maluku dan Radio Elshinta […]